Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sejak diselenggarakan pada
akhir tahun 2015 telah memberikan perubahan yang besar bagi Indonesia, karena
termasuk negara dengan bagian ekonominya yang bersifat terbuka sehingga secara
langsung terkena dampak dari era globalisasi. Dan itu berarti persaingan dalam
proses kegiatan ekonomi dan perdagangan antarnegara ASEAN telah dimulai. Tidak
hanya persaingan pasar barang dan jasa tetapi juga pasar tenaga kerja. Dan
sudah siapkah kamu memasuki dunia persaingan kerja? Apa strategi yang akan kamu
gunakan agar bisa bersaing dengan tenaga kerja asing dari negara-negara Asia
yang lain, bahkan dunia? Terasa berat dan serius bukan? Karena setelah kamu
lulus dari perguruan tinggi, untuk memasuki dunia kerja, kamu tidak hanya akan
bersaing dengan tenaga kerja dalam negeri, tetapi juga tenaga kerja luar
negeri. Dikutip dari (https://kumparan.com/melany-putri/tips-bersaing-dengan-tenaga-kerja-asing)
Jalan mulus untuk masuknya tenaga kerja asing (TKA) ke Indonesia
tampaknya kian terbuka lebar. Pasalnya, pemerintah telah menerbitkan perpres
No.20/2018 tentang penggunaan TKA. Dengan perpres ini semakin memudahkan TKA
bekerja di Indonesia. Bisa dibayangkan, akan terjadi persaingan antara tenaga
kerja lokal dengan TKA. Hal ini tentunya akan berdampak pada meningkatnya angka
pengangguran di negeri dengan jumlah penduduk yang besar ini.
Dikuti dari halaman (www.kompasiana.com)
Dikuti dari halaman (www.kompasiana.com)
Dari beberapa artikel diatas menegas kan kita sebagai mahasiswa ataupun
semua kalangan yang pencari kerja harus benar-benar sigap menyiapkan diri
uuntuk menghadapi persaingan dengan tenaga asing di era globalisasi ini. Agar
dapat bersaing, saya mendapatkan strategi yang mungkin dapat digunakan ketika memasuki
dunia pekerjaan.
Berikut adalah strateginya:
1.
Mengasah Skil
Dengan
adanya MEA, kamu dapat memacu diri sendiri untuk dapat bersaing dengan tenaga
kerja asing. Tingkatkan kemampuan yang kamu miliki, kamu akan menjadi lebih
terampil di dunia kerja nanti. Selain itu tentunya SDM yang berkualitas di
dalam negeri akan bermunculan dan siap bersaing. Tidak hanya hardskill, tetapi
kamu juga harus mengasah kemampuan softskill. Terutamaleadership skill, karena
seseorang yang berbakat memimpin selalu dibutuhkan dimana saja. Karena seorang
pemimpin cenderung peduli dengan kemajuan kelompok atau organisasinya.
2.
Mempersiapkan
Mental Yang Kuat
Ubahlah
cara pandang dan mental kamu agar lebih mantap dalam menghadapi MEA. Orang yang
memiliki mental setengah-setengah adalah mereka yang hanya bisa menyalahkan
pemerintah dan kebijakan yang dibuat. MEA bertujuan untuk memperbaiki ekonomi
pasar dan SDM Indonesia, tetapi bagaimana bisa tercapai jika pelaku ekonomi dan
warga negaranya tidak mendukung adanya MEA? Agar dapat memiliki kompetensi yang
tidak kalah dengan asing, hal yang perlu kamu lakukan adalah berpikir sedikit
terbuka dengan melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang. Sehingga
kamu terhindar dari prasangka dan pola berpikir yang buruk.
3.
Pelajari
Bahasa Asing
Ini
sangat penting sebagai bekal kamu ketika melamar kerja nanti. Dengan
mempelajari bahasa asing akan membantu kamu dalam hal berkomunikasi, mengasah
keterampilan kognitifitas, meningkatkan nilai jual diri kamu, dan sebagainya.
Tentunya kemampuan bahasa asing kamu juga harus diimbangi dengan kemampuan
public speaking yang baik. Cobalah untuk terus belajar dan tidak takut untuk
menjalin komunikasi dengan orang luar negeri.
4.
Tidak
Berpikir Out of The Box, Tetapi There is No Box
Demi
bersaing dengan negara-negara lain, kembangkan kemampuan akademikmu, softskill,
dan skill lainnya yang patut kamu perhitungkan. Menjadi biasa itu membosankan,
Berpikir di luar kotak atau yang lebih sering dikenal dengan istilah think out
of the box bermaksud agar kamu bisa berpikir tajam, kritis, dan kreatif. Tetapi
agar dapat mengembangkan kemampuan kamu, berpikirlah seperti tidak ada kotak,
dengan kata lain tidak adanya batasan dalam berkarya. Dengan tidak
mengesampingkan kepekaan dan kecakapan, kamu bisa bebas mengembangkan
kreativitasmu tanpa batas.
5.
Perluas
Jaringan Komunikasi
Perluas
pergaulan kamu dengan memperbanyak kenalan, mengikuti komunitas dan organisasi
(dalam dan luar kampus), dan membangun hubungan baik dengan para profesional.
Semakin luas jaringan komunikasi yang kamu bangun, semakin baik. Dan pastinya
semakin besar peluang kamu untuk mengembangkan usaha dan karir.
Dikutip dari halaman:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar